Minggu, 13 Januari 2013

cara membaca siswa kelas 1

Diposkan oleh melli elvia




Tips Mengajar Membaca di Kelas I SD
Dalam pembelajaran bahasa Indonesaia di Sekolah Dasar (SD), kita mengenal ada pembelajaranuntuk kelas tinggi dan pembelajaran untuk kelas rendah. Yang dimaksud dengan pembelajarankelas tinggi adalah pembelajaran untuk kelas IV, V, dan VI. Sedangkan pembelajaran kelasrendah meliputi pembelajaran untuk kelas I, II, III. Tentu saja pembelajaran untuk kelas tinggitidak sama dengan pembelajaran untuk kelas rendah.Pembelajaran membaca untuk kelas rendah pun harus mendapatkan perhatian yang serius.Khususnya untuk kelas I, guru harus berhati-hati dan cermat dalam menyusun perencanaansekaligus pelaksanaannya. Hal ini penting karena kelas I merupakan fondasi bagi kelas-kelasberikutnya. Kelas I SD merupakan pintu gerbang bagi siswa memasuki dunia pendidikan formal.Sekali guru salah bertindak yang berdampak pada kegagalan siswa, akan sangat berpengaruhbagi kemajuan siswa selanjutnya. Itu sebabnya guru harus benar-benar berhati-hati.Membaca merupakan keterampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutanlambang-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahamandiam-diam atau pengujaran keras-keras (Kridalaksana, 1993:135). Pengenalan dan pemahamantulisan dalam bentuk urutan lambang-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicarabermakna ini sulit bagi siswa kelas I SD.Ada banyak metode yang dapat digunakan guru untuk mengajar membaca di kelas I SD.Beberapa metode pembelajaran membaca yang terkenal, yaitu:
1. Metode Abjad.
Mula-mula guru memperkenalkan huruf (abjad) kepada siswa: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z. Selain yang dipasang di papan tulis, masing-masing huruf tadi juga perlu ditulis dalam sebuah kartu (satu huruf satu kartu).Guru memberikan contoh cara membaca huruf-huruf di atas, dan siswa menirukan. Mula-mulabersifat klasikal (seluruh kelas), kemudian dipecah-pecah lagi menjadi separoh kelas, seperempatkelas, per dua bangku, akhirnya perorangan, kembali dua bangku, seperempat kelas, separohkelas, dan kembali ke seluruh kelas.Apabila pengenalan huruf tadi sudah lancar, maka guru mulai bisa menugaskan beberapa siswauntuk mengambil huruf-huruf tertentu dari kartu-kartu huruf yang tersedia. Biarkan siswamengenal huruf-huruf itu tanpa makna karena tujuannya adalah mengenal dan memahami huruf (abjad). Lakukan kegiatan ini berulang-ulang sehingga siswa benar-benar mengenal danmemahami huruf-huruf itu.Selanjutnya, kegiatan dapat ditingkatkan dengan membentuk kata. Pilih beberapa konsonan danvokal, yang apabila digabungkan bisa menjadi kata yang bermakna. Misalnya:
m a m a

. Tempelatau tulis huruf m-a-m-a di papan tulis. Tunjukkan kepada siswa bahwa kata itu dibaca mama.Kemudian tanyakan kepada siswa kata mama itu terdiri dari huruf apa saja, dan arahkan agarsiswa dapat menimpulkan sendiri bahwa apabila huruf m digabung dengan huruf a dibaca ma.Berikan contoh yang lain, misalnya: papa, nana, tata, dan lain-lain.Begitu seterusnya, guru mulai menggabung-gabungkan konsonan dengan vokal, sehinggaseluruh vokal (a, e, i, o, u) bisa digunakan. Namun untuk konsonan tidak perlu diberikan semua.Huruf x dan z lebih baik diberikan belakangan.
Tips Mengajar Membaca di Kelas I SD 
Dalam pembelajaran bahasa Indonesaia di Sekolah Dasar (SD), kita mengenal ada pembelajaranuntuk kelas tinggi dan pembelajaran untuk kelas rendah. Yang dimaksud dengan pembelajarankelas tinggi adalah pembelajaran untuk kelas IV, V, dan VI. Sedangkan pembelajaran kelasrendah meliputi pembelajaran untuk kelas I, II, III. Tentu saja pembelajaran untuk kelas tinggitidak sama dengan pembelajaran untuk kelas rendah.Pembelajaran membaca untuk kelas rendah pun harus mendapatkan perhatian yang serius.Khususnya untuk kelas I, guru harus berhati-hati dan cermat dalam menyusun perencanaansekaligus pelaksanaannya. Hal ini penting karena kelas I merupakan fondasi bagi kelas-kelasberikutnya. Kelas I SD merupakan pintu gerbang bagi siswa memasuki dunia pendidikan formal.Sekali guru salah bertindak yang berdampak pada kegagalan siswa, akan sangat berpengaruhbagi kemajuan siswa selanjutnya. Itu sebabnya guru harus benar-benar berhati-hati.Membaca merupakan keterampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutanlambang-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahamandiam-diam atau pengujaran keras-keras (Kridalaksana, 1993:135). Pengenalan dan pemahamantulisan dalam bentuk urutan lambang-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicarabermakna ini sulit bagi siswa kelas I SD.Ada banyak metode yang dapat digunakan guru untuk mengajar membaca di kelas I SD.Beberapa metode pembelajaran membaca yang terkenal, yaitu:
1. Metode Abjad.
Mula-mula guru memperkenalkan huruf (abjad) kepada siswa: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z. Selain yang dipasang di papan tulis, masing-masing huruf tadi juga perlu ditulis dalam sebuah kartu (satu huruf satu kartu).Guru memberikan contoh cara membaca huruf-huruf di atas, dan siswa menirukan. Mula-mulabersifat klasikal (seluruh kelas), kemudian dipecah-pecah lagi menjadi separoh kelas, seperempatkelas, per dua bangku, akhirnya perorangan, kembali dua bangku, seperempat kelas, separohkelas, dan kembali ke seluruh kelas.Apabila pengenalan huruf tadi sudah lancar, maka guru mulai bisa menugaskan beberapa siswauntuk mengambil huruf-huruf tertentu dari kartu-kartu huruf yang tersedia. Biarkan siswamengenal huruf-huruf itu tanpa makna karena tujuannya adalah mengenal dan memahami huruf (abjad). Lakukan kegiatan ini berulang-ulang sehingga siswa benar-benar mengenal danmemahami huruf-huruf itu.Selanjutnya, kegiatan dapat ditingkatkan dengan membentuk kata. Pilih beberapa konsonan danvokal, yang apabila digabungkan bisa menjadi kata yang bermakna. Misalnya:
m a m a
. Tempelatau tulis huruf m-a-m-a di papan tulis. Tunjukkan kepada siswa bahwa kata itu dibaca mama.Kemudian tanyakan kepada siswa kata mama itu terdiri dari huruf apa saja, dan arahkan agarsiswa dapat menimpulkan sendiri bahwa apabila huruf m digabung dengan huruf a dibaca ma.Berikan contoh yang lain, misalnya: papa, nana, tata, dan lain-lain.Begitu seterusnya, guru mulai menggabung-gabungkan konsonan dengan vokal, sehinggaseluruh vokal (a, e, i, o, u) bisa digunakan. Namun untuk konsonan tidak perlu diberikan semua.Huruf x dan z lebih baik diberikan belakangan.

1 komentar: